Rp. 22,000.00 Terbit: 16/07/2005 ISBN: 979-687-206-4 14.5 X 21 cm 136 Hal. 150 gr.
|
| DENGAN MATA MENATAP KE YESUS Darmaputera, Eka, Dr., Pdt.
    

SUPAYA KITA SELALU MEMANDANG YESUS
Peresensi: Jonro I. Munthe
Majalah Narwastu Pembaruan, Edisi November 2005, Hal. 63
Pdt. Dr. Eka Darmaputera, yang beberapa bulan lalu sudah dipanggil Bapa Sorgawi, karena penyakit kanker levernya, boleh jadi akan terus hidup di hati para jemaat yang mencintainya. Pasalnya, pengalaman hidup dan gagasan-gagasannya masih bisa disimak lewat tulisan-tulisannya yang sudah dibukukan. Dan, ini terus membuat Pak Eka “terus hidup” sebagai seorang pejuang Kristen dan guru bangsa di tengah Indonesia. PT BPK Gunung Mulia yang selama ini cukup sering mengapresiasi buah pikiran Pdt. Eka, kali ini menerbitkan bukunya berjudul Dengan Mata Menatap ke Yesus. Dilihat dari judulnya buku ini tentu banyak berbicara tentang teladan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia. Yesus yang dimasa hidupnya dikenal seorang yang sederhana, peduli pada sesama, tegas dalam bertindak dan keras dalam menentang ketidakadilan, banyak dibahas Pdt. Eka dalam bukunya ini. Dan keteladanan Yesus dikaitkannya dengan kehidupan jemaat sekarang.
Buku bersampul merah cerah dengan memperlihatkan sebuah mata ini berisi 23 renungan. Pdt. Eka mengemasnya dengan bahasa yang sederhana, mudah dicerna, sarat kritik sosial dan menguatkan iman pembacanya. Sehingga tak berlebihan kalau buku ini layak dijadikan oleh-oleh bagi pendeta, majelis gereja dan jemaat. Buku ini pun mengajak pembacanya agar memahami karakter seorang Yesus. Di mana Yesus adalah seorang pejuang yang peduli pada kaum miskin, peduli pada orang sakit, peduli pada orang tertindas dsan berani mengorbankan nyawaNya untuk umat yang Dia cintai. Salah satu tulisan yang cukup menarik dari buku ini adalah tulisan nomor 9 berjudul Misi Gereja Mendatangkan Shalom (hlm.45)
“Pemberitaan Injil adalah misi kita. Tetapi jangan katakan bahwa memberitakan Injil adalah misi kita satu-satunya…dengan melakukan perbuatan kasih kita sebenarnya sudah mengabarkan Injil…Banyak orang Kristen yang menjadi batu sandungan, karena cuma ngomongnya doang selangit, tetapi perbuatannya memalukan. Di mulut Haleluya, puji Tuhan, tetapi perbuatannya memalukan. ‘Satu tindakan kasih terdengar jauh lebih lantang daripada 1.000 khotbah’ begitu kata Fransiskus dari Asisi’ (hlm.46-47). Ditulisnya lagi, misi kita adalah mendatangkan shalom, yaitu kehidupan yang damai sejahtera sepenuh-penuhnya dan seutuh-utuhnya.
Tulisan menarik lainnya adalah nomor 20 berjudul Jangan Percaya Pada yang Kuat (hlm.105). Disini disinggung tentang Jenderal Ferdinand Marcos dan istrinya, Imelda yang dulunya sangat dipuja dan dikagumi rakyat Filipina. Namun, kepemimpinan Marcos ternyata mendatangkan bencana, sehingga kepercayaan rakyat hilang kepadanya. Di sini, Pdt. Eka mengajak kita agar lebih percaya pada Tuhan. Bukan lebih percaya pada politik, ekonomi, militer, Iptek, komputer bahkan agama (hl. 107). Menyimak buku ini, pembaca akan diajak lebih kritis dan cerdas dalam melihat fenomena kehidupan yang ada di sekitar kita. Jadi perlu menyimaknya.
|
| Buku lainnya telah diresensi | |
Buku lainnya kategori yang sama | |
|